Tasikmalaya (HUMAS Kota Tasikmalaya)
Kementerian Agama terus berkomitmen untuk menghadirkan tata kelola birokrasi yang transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi guna memperkuat kualitas pelayanan publik bagi masyarakat luas. Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan pembinaan pegawai yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya, Dr. H. Agus Buhori, M.M.Pd., pada Senin (15/6/2026) bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya.
Dalam arahannya, Kakankemenag menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif di kalangan aparatur sipil negara untuk terus meningkatkan kedisiplinan presensi, kualitas kinerja harian, serta tata kelola administrasi yang profesional melalui aplikasi e-kinerja. Penguatan disiplin ini dipandang sebagai fondasi utama agar setiap pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal, cepat, dan tepat sasaran tanpa hambatan birokrasi yang berbelit-belit.
"Penguatan disiplin dan peningkatan kompetensi ASN harus terus dijaga secara konsisten, karena kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat sangat bergantung pada profesionalisme dan integritas para pegawainya di setiap lini," ujar Dr. H. Agus Buhori, M.M.Pd.
Selain aspek kedisiplinan, pembinaan tersebut juga memfokuskan perhatian pada kesiapan integrasi sistem gaji digital yang mulai diberlakukan pada Juni 2026. Kebijakan ini mengintegrasikan Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG5) dan Aplikasi Gaji Web (AGW) ke dalam sistem tunggal pembayaran gaji berbasis digital, sehingga seluruh pegawai diimbau untuk segera memperbarui data personal gaji mereka secara akurat guna menghindari kendala administrasi keuangan.
"Integrasi sistem gaji digital melalui sinkronisasi SIMPEG5 dan Aplikasi Gaji Web ini merupakan bagian dari ikhtiar kita bersama untuk menghadirkan transparansi dan kemudahan tata kelola keuangan yang terintegrasi secara nasional," tambahnya.
Sebagai bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia, para pejabat struktural eselon dan fungsional juga didorong untuk mengambil peran aktif dalam memberikan pendampingan berkelanjutan kepada para pegawai serta PNS baru. Pemanfaatan teknologi informasi secara maksimal menjadi kunci utama bagi setiap aparatur untuk terus mengasah kompetensi diri dan memperbarui wawasan sesuai dengan tuntutan zaman.
Melalui pembinaan yang komprehensif ini, Kementerian Agama Kota Tasikmalaya berharap seluruh pegawai mampu mengimplementasikan semangat Kemenag berdampak secara nyata dalam tugas sehari-hari. Informasi mengenai langkah transformasi digital dan penataan birokrasi ini perlu diketahui oleh masyarakat luas sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas instansi dalam memberikan pelayanan keagamaan yang semakin prima dan bermartabat di Kota Tasikmalaya.
Kontributor : Yeni



