Tawang (HUMAS Kota Tasikmalaya)
Kementerian Agama terus memperkuat akselerasi peningkatan mutu layanan pendidikan dan kedisiplinan aparatur melalui pengawalan langsung terhadap program kerja, yang salah satunya dibuktikan melalui kegiatan apel pagi pegawai di lingkungan kantor pada Senin (2/2/2026). Pelaksanaan apel rutin ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya, Dr. H. Saripudin, dengan diikuti oleh seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai.
Dalam arahannya saat memimpin apel pagi tersebut, pembina apel menekankan pentingnya optimalisasi program madrasah yang telah berjalan selama dua tahun terakhir agar terus diperkuat secara berkesinambungan. Program-program unggulan yang telah dirintis dinilai membutuhkan dukungan penuh serta peran aktif dari seluruh ASN untuk melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat.
“Keterlibatan aktif para pegawai di lini depan menjadi kunci agar setiap capaian dan kemajuan dunia pendidikan madrasah dapat diketahui, dipahami, dan dimanfaatkan secara optimal oleh public,” ungkapnya.
Selain penguatan program madrasah, ditekankan pula target capaian program pada triwulan pertama tahun ini yang diharapkan mampu menembus angka 100 persen. Untuk mewujudkan target ambisius namun realistis tersebut, seluruh pegawai diajak untuk meningkatkan kedisiplinan, mempererat kerja sama lintas sektoral di dalam kantor, serta membangun komitmen yang kuat agar seluruh perencanaan kegiatan dapat terealisasi secara tepat waktu dan berkualitas.
"Optimalisasi program madrasah dan pencapaian target triwulan pertama hingga seratus persen menuntut kedisiplinan serta kerja sama yang kuat dari seluruh ASN, sehingga setiap program kerja yang direncanakan dapat benar-benar terealisasi secara optimal dan tepat waktu," ujar Dr. H. Saripudin saat menyampaikan amanat di hadapan para peserta apel.
Pada kesempatan yang sama, disosialisasikan pula informasi penting mengenai Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang secara resmi diluncurkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia pada 24 Juli 2025. Kurikulum inovatif ini dirancang untuk mengintegrasikan nilai-nilai kasih sayang, empati, dan kemanusiaan sebagai fondasi utama dalam proses pembelajaran di lingkungan madrasah. Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan mampu membentuk karakter peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan moral yang tinggi dalam kehidupan bermasyarakat.
"Kurikulum Berbasis Cinta yang diluncurkan oleh Kementerian Agama menghadirkan pendekatan pembentukan karakter dengan mengintegrasikan nilai kasih sayang, empati, dan kemanusiaan sebagai fondasi pembelajaran di madrasah untuk mencetak generasi yang berakhlak mulia," tambahnya.
Amanat apel pagi tersebut ditutup dengan ajakan kepada seluruh ASN untuk terus meningkatkan etos kerja, menjaga semangat kebersamaan, serta memberikan dukungan penuh terhadap seluruh program dan kebijakan strategis Kementerian Agama. Melalui langkah konsisten ini, pelayanan pendidikan madrasah di Kota Tasikmalaya diharapkan terus bertransformasi menjadi lembaga yang unggul, berdaya saing, dan memberikan maslahat nyata bagi umat.
Kontributor : Yeni



