Wujudkan Superteam, Kankemenag Kota Tasikmalaya Akselerasi Program Prioritas Menteri Agama Menuju 2026


Wujudkan Superteam, Kankemenag Kota Tasikmalaya Akselerasi Program Prioritas Menteri Agama Menuju 2026

Ahmad Yani (HUMAS Kota Tasikmalaya)

Menyambut tahun anggaran 2026, Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Tasikmalaya bergerak cepat melakukan penguatan internal melalui Rapat Koordinasi Staf PPK dan ASN Setjen pada Kamis, (22/1/26). Pertemuan ini menjadi panggung penting untuk menyelaraskan visi organisasi dengan program prioritas Menteri Agama RI, khususnya dalam hal tata kelola birokrasi yang bersih dan melayani.

Kepala Kantor Kemenag Kota Tasikmalaya, Dr. H. Agus Buhori, S.Ag., M.M.Pd., memimpin langsung jalannya koordinasi. Agus menekankan bahwa tantangan di tahun mendatang menuntut perubahan pola kerja yang lebih dinamis. Dia menggarisbawahi bahwa penataan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) bukan sekadar target administratif, melainkan mandat utama dari program prioritas Menteri Agama.

Dalam arahannya, Agus menjelaskan bahwa transformasi digital dan penguatan kelembagaan yang dicanangkan oleh pusat harus diterjemahkan ke dalam aksi nyata di daerah. Dia menginstruksikan jajarannya untuk memastikan setiap rupiah dalam anggaran pemeliharaan sarana dikelola secara transparan dan berorientasi pada peningkatan kenyamanan layanan bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan keinginan Menteri Agama untuk menghadirkan institusi yang modern dan akuntabel.

"Kita tidak sedang mencari individu yang menonjol sendirian. Prinsip kita adalah Superteam, bukan Superman. Keberhasilan program prioritas kementerian hanya bisa dicapai jika seluruh elemen bekerja sama, berinovasi, dan saling menguatkan," tegas Agus di hadapan para staf PPK dan ASN Setjen.

Lebih lanjut, Agus meminta seluruh pegawai untuk keluar dari zona nyaman dan mulai menerapkan standar layanan yang excellent. Dia berharap setiap ASN di lingkungan Setjen menjadi motor penggerak perubahan dalam pembangunan Zona Integritas. Baginya, integritas adalah harga mati dalam menjaga marwah kementerian di mata publik.

Rapat koordinasi ini juga membedah secara teknis mengenai optimalisasi serapan anggaran yang tepat sasaran. Agus mengingatkan bahwa pemeliharaan gedung dan fasilitas kantor harus menunjang aksesibilitas layanan masyarakat, sehingga kehadiran Kemenag benar-benar dirasakan manfaatnya secara langsung.

Menutup kegiatan tersebut, Kakankemenag mengajak seluruh peserta untuk menjaga komitmen kolektif dalam menyongsong tahun 2026. Agus optimis, dengan semangat kebersamaan dan kedisiplinan dalam menjalankan program prioritas Gus Men (Menteri Agama), Kankemenag Kota Tasikmalaya mampu menjadi role model dalam pelayanan publik di wilayah Jawa Barat.

Kontributor : Yeni