Mengokohkan Keistiqamahan Pasca-Ramadhan, Kakankemenag Tekankan Pentingnya Silaturahmi dan Pengabdian Aparatur


Tawang (HUMAS Kota Tasikmalaya)

Kementerian Agama terus membuktikan komitmen nyata dalam merawat kualitas pengabdian aparatur sipil negara agar senantiasa menghadirkan kemaslahatan yang dirasakan langsung oleh masyarakat luas, yang salah satunya tercermin dalam kegiatan pembinaan pegawai yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya Dr. H. Agus Buhori, S. Ag, M.M.Pd pada Senin (30/3).

Dalam arahannya, Kakankemenag menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas kesuksesan para pegawai dalam menjalankan program unggulan masjid ramah pemudik yang telah mendapat apresiasi luas dari masyarakat selama musim mudik Lebaran. Apresiasi serta ucapan terima kasih yang tulus disampaikan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi nyata menyukseskan program tersebut, dengan keyakinan bahwa segala lelah dan pengorbanan yang dikerahkan setelah menjalankan tugas kemanusiaan ini akan bernilai ibadah serta menjadi amal kebaikan di sisi Allah SWT.

“Melalui program ini, Kementerian Agama kembali membuktikan perannya sebagai institusi yang hadir secara nyata di tengah masyarakat, terutama bagi para pemudik yang membutuhkan tempat beristirahat di tengah perjalanan akibat kelelahan,” ungkapnya.

Memasuki fase akhir bulan suci Ramadhan hingga pasca-Idul Fitri, ditekankan pula oleh Kakankemenag adanya pekerjaan rumah yang cukup besar bagi seluruh aparatur dalam menjaga kualitas hubungan sosial, mengingat momentum halal bihalal sering kali diuji oleh dinamika ego dan perbedaan pandangan. Disampaikan secara tegas bahwa setiap pegawai akan menemui kendala dan permasalahan manakala hawa nafsu serta hati tidak sejalan dengan rekan kerja, sehingga kemampuan untuk melemahkan hawa nafsu yang telah dilatih selama sebulan penuh di bulan Ramadhan harus dilanjutkan dengan merawat keistiqamahan dalam bersilaturahmi.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa terdapat keutamaan besar yang akan diperoleh apabila silaturahmi tetap dijaga dengan baik tanpa terputus hanya karena persoalan-persoalan yang bersifat sementara, sehingga nilai Idul Fitri harus benar-benar melekat pada diri setiap ASN Kementerian Agama. Dalam bingkai silaturahmi tersebut, setiap aparatur diingatkan untuk senantiasa saling berpesan dalam kebenaran dan kesabaran (tawa saum bil haq wa tawa saum bis sabr).

“Selain itu, terdapat tiga hal pokok yang harus terus didawamkan oleh setiap pegawai, yakni mengupayakan perolehan ilmu yang bermanfaat (ilman nafi'an) karena kesempatan emas yang ada saat ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin tanpa disia-siakan,” ungkapnya.

Poin penting berikutnya adalah ikhtiar dalam menggapai amal yang diterima (amalan mutaqobbalan), di mana orientasi kerja dan pengabdian harus dipandang sebagai investasi jangka panjang yang tidak hanya bernilai untuk hari ini, melainkan dapat dipetik hasilnya di akhirat kelak. Para pegawai diingatkan bahwa penempatan tugas di instansi ini merupakan kesempatan ibadah yang sangat luas, sehingga setiap ruang pengabdian harus diisi dengan amalan terbaik yang diridhai Allah SWT.

Menutup arahannya, ditekankan bahwa esensi pengabdian yang sesungguhnya terletak pada komitmen menjaga nilai-nilai kebaikan yang telah ditempa selama sebulan penuh di bulan Ramadhan dalam sisa usia manusia yang sangat terbatas. Melalui penguatan silaturahmi, peningkatan kualitas ibadah, dan integritas pengabdian ini, Kementerian Agama Kota Tasikmalaya bertekad terus melangkah maju sebagai institusi yang solid, profesional, dan senantiasa memberikan dampak positif bagi kemajuan kehidupan beragama di daerah

Kontributor : Yeni