Bahas Adab dan Etika Di Upacara , MTsN 4 Kota Tasikmalaya Perkokoh Karakter Melalui Implementasi Kurikulum Cinta
Tamansari (HUMAS Kota Tasikmalaya)
Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 4 Kota Tasikmalaya kembali menggelar upacara bendera rutin pada Senin pagi (19/1/26) di halaman utama madrasah. Kegiatan yang berlangsung dengan tertib ini diikuti oleh seluruh warga sekolah, mulai dari jajaran pimpinan, guru, staf, hingga ratusan peserta didik. Upacara ini menjadi ruang strategis dalam menanamkan nilai nasionalisme, kedisiplinan, serta tanggung jawab kepada seluruh siswa.
Pada kesempatan kali ini, peserta didik dari kelas 9 B mendapatkan kepercayaan sebagai petugas upacara. Mereka melaksanakan tugas dengan baik dan penuh percaya diri, mulai dari pengibaran bendera hingga pemimpin upacara yang komandannya terdengar lantang memenuhi lapangan. Keberhasilan petugas upacara ini mencerminkan hasil dari latihan disiplin yang intensif.
Bertindak sebagai pembina upacara adalah Wali Kelas 9 B, Nurul Kemala, S.Pd. Dalam amanatnya, Nurul memberikan penekanan khusus pada pentingnya menjaga etika dan adab dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Nurul, kepintaran akademik tidak akan berarti tanpa disertai kepribadian yang santun. Dia mengingatkan para peserta didik agar selalu menghormati guru di sekolah, patuh kepada orang tua di rumah, serta menghargai sesama teman sebagai cerminan akhlak mulia.
"Adab harus berada di atas ilmu. Jika anak-anak memiliki etika yang baik, maka ilmu yang dipelajari akan jauh lebih berkah dan bermanfaat bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat," tegas Nurul di hadapan para peserta upacara.
Pesan mengenai adab dan etika ini sangat sejalan dengan visi madrasah yang saat ini gencar mengintegrasikan Kurikulum Cinta. Kurikulum ini bukan sekadar silabus di dalam kelas, melainkan sebuah metode pendekatan layanan pendidikan yang berbasis pada kasih sayang, ketulusan, dan nilai-nilai spiritual keagamaan dalam setiap interaksi antara guru dan murid.
Kepala MTsN 4 Kota Tasikmalaya, Dedi Supriadi, memberikan apresiasi tinggi terhadap jalannya upacara tersebut. Dia menyampaikan bahwa penguatan adab adalah fondasi utama dalam menciptakan ekosistem madrasah yang harmonis. Menurutnya, implementasi Kurikulum Cinta menuntut setiap warga madrasah untuk saling menyayangi dan menghormati, sehingga tercipta kenyamanan dalam belajar.
"Kurikulum Cinta yang kita terapkan menuntut kita untuk memberikan teladan cinta melalui akhlak. Saya sangat mendukung materi yang disampaikan pembina upacara hari ini, karena etika adalah wujud nyata dari cinta kita kepada sesama dan sang pencipta. Kita ingin mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga lembut hatinya dan luhur budi pekertinya," ujar Dedi Supriadi dalam komentarnya.
Dedi juga menambahkan bahwa upacara bendera tidak boleh dianggap sebagai rutinitas mingguan yang menjenuhkan. Baginya, momen ini adalah sarana pembinaan karakter yang paling efektif untuk membentuk generasi yang disiplin dan bertanggung jawab terhadap bangsa dan agama.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta didik dapat semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai etika dalam setiap aktivitas mereka. Dengan sinergi antara kedisiplinan upacara dan kehangatan Kurikulum Cinta, MTsN 4 Kota Tasikmalaya optimis dapat melahirkan generasi emas yang berakhlakul karimah.
KOntributor : Yeni / Henhen





