Siapkan Kader Dakwah di Masyarakat, Siswa Kelas 12 MAN 3 Kota Tasikmalaya Terjun dalam PPL Majlis Ta’lim


 

Cibeureum (HUMAS Kota Tasikmalaya)

 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kota Tasikmalaya resmi melepas siswa kelas 12 untuk melaksanakan Praktik Pengenalan Lapangan (PPL) Majlis Ta’lim Tahun Pelajaran 2025–2026. Acara pembukaan yang berlangsung khidmat pada Kamis (15/01) di lingkungan madrasah ini menandai dimulainya babak baru bagi siswa untuk mengabdi langsung di tengah masyarakat.

Kegiatan PPL Majlis Ta’lim merupakan program unggulan berbasis praktik yang dirancang untuk memperkenalkan peserta didik pada realitas sosial dan keagamaan. Melalui agenda ini, para siswa tidak hanya duduk di bangku kelas, tetapi ditantang untuk mengaplikasikan ilmu agama, melatih kepemimpinan, serta mengasah kepedulian sosial di lingkungan majlis ta’lim yang nyata.

Kepala MAN 3 Kota Tasikmalaya, H. Ahmad Farid, memberikan dukungan penuh terhadap program ini. Menurut Ahmad Farid, PPL Majlis Ta’lim adalah jembatan emas bagi siswa untuk menggali potensi diri yang selama ini terpendam. Dia menegaskan bahwa setiap siswa memiliki bakat unik dalam berdakwah maupun berorganisasi yang harus dipantik melalui interaksi langsung dengan warga.

Ahmad Farid juga mengaitkan kegiatan ini dengan implementasi "Kurikulum Cinta" yang menjadi jati diri madrasah. Dia menjelaskan bahwa Kurikulum Cinta menanamkan nilai bahwa pelayanan kepada masyarakat harus didasari oleh rasa kasih sayang dan ketulusan. "Melalui PPL ini, siswa belajar memberikan layanan cinta kepada umat. Mereka hadir di majlis ta’lim bukan sekadar menjalankan tugas sekolah, tapi membawa misi menebar manfaat dengan hati," ujar Ahmad Farid.

Pembukaan PPL diawali dengan pembekalan mendalam mengenai mekanisme, aturan, serta tanggung jawab yang harus diemban. Hal ini dilakukan agar siswa memiliki panduan yang jelas dalam menjaga nama baik institusi sekaligus mampu menyesuaikan diri dengan kultur masyarakat yang beragam di lapangan.

Kesan positif pun datang dari salah satu peserta, Respa. Siswa kelas 12 ini mengaku antusias menghadapi tantangan baru tersebut. Dia merasa PPL Majlis Ta’lim adalah kesempatan langka untuk meningkatkan kepercayaan diri, terutama dalam hal berbicara di depan umum dan menyampaikan materi keagamaan kepada jamaah.

"Kegiatan ini menjadi pengalaman baru yang sangat bermanfaat karena kami dapat belajar langsung di tengah masyarakat. Kami tidak hanya belajar teori, tapi juga belajar bagaimana berinteraksi dan menyampaikan ilmu secara langsung," ungkap Respa dengan penuh semangat.

Lebih lanjut, Respa menambahkan bahwa PPL ini menjadi sarana pembentukan karakter disiplin. Dengan terjun ke lapangan, dia dan rekan-rekannya dituntut untuk menjaga sikap dan menunjukkan kualitas sebagai santri madrasah yang unggul. Dia berharap program ini dapat memberikan dampak positif, baik bagi perkembangan pribadi siswa maupun bagi masyarakat luas.

Dengan semangat Kurikulum Cinta dan tekad untuk menggali potensi, MAN 3 Kota Tasikmalaya optimis bahwa lulusannya kelak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap menjadi penggerak keagamaan yang solutif dan dicintai oleh masyarakat.

Kontributor : Yeni / Yaqut